7 Fakta Tentang Virus Corona



Fakta-Fakta Tentang Virus Corona




1. Diduga dari Kelelawar



Virus Corona merupakan penyakit zoonosis, artinya ditularkan antara hewan dan manusia. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika juga telah menegaskan mengenai hubungan antara kelelawar dan virus Corona. Menurut ahli di sana, virus corona merupakan virus yang beredar pada beberapa hewan, termasuk unta, kucing, dan kelelawar.
Sebenarnya virus corona jarang sekali berevolusi dan menginfeksi manusia dan menyebar ke individu lainnya. Namun, kasus di Tiongkok kini menjadi bukti nyata kalau virus ini bisa menyebar dari hewan ke manusia.

2. Menyebar ke Negara Lain

Virus yang dapat menyebabkan pneumonia tersebut pertama kali muncul di kota Wuhan, Tiongkok. Pemerintah Tiongkok mengatakan virus corona ini berasal dari hewan liar yang dijual di pasar seafood Huanan.
Sejak itu, para pelancong yang terinfeksi dari Wuhan telah menularkan virus tersebut ke negara-negara lain. Sampai saat ini, virus corona sudah menyebar ke tujuh negara. Mulai dari Thailand, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Taiwan, Vietnam, dan Amerika Serikat.

3. Misterius, Belum Ada Vaksinnya 

Virus yang menyebabkan wabah pneumonia di Wuhan, Tiongkok ini terbilang misterius. Para ahli mengidentifikasi sebagai virus corona jenis baru. Virus yang menyerang pernapasan itu dinamai dengan novel coronavirus atau 2019-nCoV.
Sebenarnya terdapat beberapa vaksin pneumonia yang ditujukan untuk mencegah pneumonia. Akan tetapi, vaksin tersebut tak bisa mencegah pneumonia yang sedang mewabah saat ini karena virus corona jenis baru. Oleh sebab itu, pemerintah Tiongkok mengkarantina kota Wuhan yang berpenduduk 11 juta orang.

4.Korban yang terkena virus

Hingga saat ini belum ada kasus virus corona yang masuk ke Indonesia. Akan tetapi, kita tak boleh abai dengan serangan virus misterius ini. Sebab, virus ini setidaknya sudah menjangkiti 830 orang yang sebagian besar terjadi di Wuhan. Menurut pemerintah, setidaknya 25 orang telah meninggal akibat serangan virus corona.

5.Gejala yang di timbulkan

Virus corona bisa menimbulkan beragam keluhan pada pengidapnya. Mulai dari demam, batuk, sulit bernapas, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Selain itu, menurut ahli di National Institutes of Health - MedlinePlus, virus yang menginfeksi saluran pernapasan atas ini juga bisa menyebabkan gejala yang parah. Infeksi virus ini bisa berubah menjadi pneumonia dengan beragam gejala.
Contohnya, demam yang tinggi, batuk dengan lendir, sesak napas, hingga nyeri dada. Gejala-gejala ini bisa semakin parah bila terjadi pada pengidap penyakit jantung atau paru-paru, orang dengan sistem kekebalan yang lemah, bayi, dan lansia. 

6. Cara Meminimalisir Terjangkit Virus Corona

Meski kini belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus corona, setidaknya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terjangkit virus ini. Melansir National Institutes of Health - Coronavirus, ada beberapa tips yang bisa kita lakukan.

1. Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik hingga bersih.
2. Hindari menyentuh wajah, hidung, atau mulut saat tangan dalam keadaan kotor atau belum dicuci.
3. Hindari kontak langsung atau berdekatan dengan orang yang sakit.
4. Membersihkan dan mensterilkan permukaan benda yang sering digunakan.
5. Tutup hidung dan mulut ketika bersin atau batuk dengan tisu. Kemudian, buanglah tisu dan cuci tangan hingga bersih.
6. Jangan keluar rumah dalam keadaan sakit.
7. Menghindari kontak dengan binatang yang membahayakan atau hewan kotor

Hal yang perlu digarisbawahi, ketika mengalami gejala-gejala infeksi virus corona, segeralah temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai virus corona dan cara mencegahnya

7. Pintu Masuk Indonesia Diperketat

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Kementerian Kesehatan RI, mengatakan, ada satu pasien yang terduga tertular virus corona. Pasien yang kini di rawat di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, memiliki riwayat perjalanan dari China. Sampai saat ini, pihak rumah sakit masih melakukan observasi lebih lanjut.

Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto, dalam rilis di Sehatnegeriku - Kemenkes, mengatakan pemerintah memperketat pintu masuk negara dengan menyiagakan alat deteksi berupa thermo scanner. 
Tujuannya jelas, guna mencegah masuknya Novel Coronavirus (2019-nCoV)  ke Indonesia. Melalui alat tersebut, nantinya para penumpang bisa dideteksi sejak dini apakah ada potensi gejala terjangkit virus tertentu.

Namun meski sekarang lagi ramai dan di takuti oleh sebagian negara, kita hanya bisa berusaha untuk tidak terjangkit .Namun demikian jangan sampai dengan adanya virus ini menghampat aktifitas kita.
mungkin itu saran dari penulis ,semoga kita semua di hindarkan dari segala penyakit. Terimakasih