5 Fakta virus corona di indonesia



1. Kronologi 
Dugaan infeksi ini diperkirakan terjadi pada 14 Februari 2020. Pada 16 Februari. kedua orang itu merasa tidak enak badan dan batu-batuk, sehingga melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok. Saat itu, keduanya hanya diminta untuk rawat jalan. Kemudian, pada 26 Februari mereka meminta untuk rawat inap karena merasa batuknya tidak kunjung reda. “Tanggal 28 ditelepon sama teman dansanya itu, bahwa dia di Malaysia, orang Jepangnya tadi, dengan corona positif,” ungkap Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Kronologi 2 WNI Positif Corona, Berawal dari Dansa dengan WN Jepang Informasi ini kemudian diberitahukan kepada tenaga medis yang merawatnya. Setelah itu, statusnya ditingkatkan dari orang yang dirawat dengan pengawasan menjadi pasien dalam pemantauan. “Sehingga, teman-teman dokter yang ada di RS itu sudah menyiapkan diri dengan selaga peralatannya begitu dianggap pasien dalam pemantauan,” tutur dia. 

2. Dirawat di RSPI 
Hingga kini, kedua orang itu masih dirawat di RSPI Sulianti Saroso. Direktur Utama RSPI Mohammad Syahril mengatakan, kondisi dari kedua warga negara Indonesia yang positif virus corona dalam keadaan baik. "Alhamdulillah, keadaan umum pasien yang dirawat saat ini baik-baik saja. Pasien sadar penuh, keluhan panas tidak ada, batuk berkurang, tidak sesak napas," kata Syahril dalam pesan singkatnya kepada Kompas.com, Senin (2/3/2020). Dirut RSPI Sulianti Saroso Sebut Kondisi 2 WNI Positif Corona dalam Keadaan Baik Syahril menyebutkan, tanda vital dari pasien berupa tensi, suhu, pernapasan, dan nadi kedua pasien tersebut dalam keadaan normal. "Bisa berkomunikasi (dengan) baik. Jadi secara umum keadaannya baik," ujar Syahril.

3. Rumah diisolasi 
Kediaman kedua orang positif corona yang diketahui berada di Kota Depok, Jawa Barat, langsung diisolasi pasca-pengumuman. Menurut Terawan, langkah itu diambil sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku. "Sesuai prosedur, dinas kesehatan setempat langsung melakukan pemantauan, juga melakukan isolasi rumah dan sebagainya," kata Terawan di Istana Kepresidenan. Baca juga: 2 Orang Positif Corona Diisolasi di RS Sulianti Saroso Proses isolasi melibatkan petugas kepolisian. 

 4. 73 petugas RS Mitra Keluarga Depok diisolasi 
Setidaknya lebih dari 70 petugas medis dan staf RS Mitra Keluarga Depok yang sebelumnya sempat berinteraksi dengan kedua orang tersebut kini dinyatakan sebagai orang dalam pengawasan (ODP). Kondisi kesehatan mereka terus dipantau secara berkala guna mengantisipasi gejala-gejala virus corona sedini mungkin. "Jadi kalau ada kondisi-kondisi yang menunjukkan ke arah corona, baru itu dilakukan tindak lanjut," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Novarita kepada Kompas.com via telepon, Senin (2/3/2020). Baca juga: Kondisi 73 Petugas Medis di Depok Dipantau, Mereka Sempat Berinteraksi dengan 2 Pasien Positif Corona "Ini belum bisa dipastikan corona. Kan belum tentu juga orang yang close contact itu terkena. 


 5. Jawa Barat 
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, Jabar sudah menetapkan status Siaga 1 terhadap penularan virus corona sejak dua pekan lalu. Menurut pria yang akrab disapa Emil ini, ada 27 daerah yang rumah sakit (RS)-nya siap menangani pasien yang mengalami gejala penularan virus corona. "Jawa Barat secara umum sudah siap. Sudah sejak dua pekan lalu statusnya Siaga 1. Ada 27 daerah yang RS-nya sudah siap," ujar Emil di Graha BNPB, Jakarta Timur, Senin (2/3/2020). 

Terimakasih ,Jangan sampai virus corona membuat kita ketakutan namun tetap berhati hati tetap aktifitas seperti biasanya